Seni Bela Diri Pencak Silat

Seni Bela Diri Pencak Silat

Seni Bela Diri Pencak Silat

Kali ini kita akan membahas Sifat Pencak Silat, dikutip dari buku Pencak Silat karya Sucipto, diedit oleh editor Universitas Terbuka Jakarta, edisi kedua April 2007. Dengan Isu: PORA2520 / 2SKS / MODUL 1 -6 . Dengan nomor ISBN: 979-001-025-1 (buku pedoman guru/dosen)
Oke, mari kita mulai sebentar lagi.

Unsur-unsur budaya nilai luhur yang hidup di antara seluruh elemen bangsa Indonesia yang nukleusnya tercampur telah digali, ditinggikan dan dirumuskan menjadi satu falsafah ideologis tunggal bagi seluruh bangsa Indonesia yaitu Pancasila (PB IPSI, 1968), seluruh elemen bangsa Indonesia. Budaya negara Indonesia yang memiliki nilai-nilai luhur, termasuk Pencak Silat, merupakan bentuk penjabaran dari falsafah dan ideologi Pancasila.

Pencak silat karena Krida Budi atau pengolahan akal, kehendak dan rasa berdasarkan kesadaran kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, terdiri dari aspek-aspek yang membentuk satu kesatuan yang utuh, yaitu aspek spiritualitas spiritual, spiritualitas diri. pertahanan, seni dan olahraga. Keempat aspek tersebut, baik secara individu maupun sebagai satu kesatuan, memuat bahan ajar tentang sifat dan sikap ideal, yaitu kualitas dan sikap yang ideal bagi kehidupan pribadi, kehidupan bermasyarakat, dan kehidupan beragama.

 

Pengertian Pencak Silat Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian pencak silat menurut para ahli, antara lain:

  • Abdus Syukur (Maryono: 1998) mengatakan bahwa pencak adalah gerakan keindahan melalui penghindaran yang termasuk gerakan dengan unsur komik. Pencak dapat ditampilkan sebagai alat hiburan. Sedangkan silat sudah menjadi salah satu unsur teknik bela diri untuk menangkis, menyerang dan mengunci yang tidak bisa dipertunjukkan di depan umum.
  • Bapak. Wongsonegoro, ketua pertama IPSI, mengatakan: Pencak adalah gerakan bertahan menyerang dalam bentuk tarian dan ritme dengan kesantunan adat tertentu yang dapat dilakukan di depan umum. Silat adalah inti dari pencak, ilmu bela diri atau bela diri yang tidak bisa dilakukan di depan umum.
  • Imam Koesoepangat mengatakan bahwa pencak adalah gerakan bela diri tanpa persaingan dan silat adalah bentuk bela diri yang tidak boleh ditentang.
  • Maryono menyimpulkan bahwa kriteria yang digunakan untuk membedakan antara arti pencak dan arti silat adalah apakah gerakan dapat diamati.
  • Para pendiri IPSI akhirnya sepakat untuk tidak membedakan arti pencak dari silat karena kedua kata tersebut memiliki arti yang sama. Kata pencak dan silat mengandung makna spiritualitas, ritme, keindahan dan petunjuk, serta latihan, penampilan atau penerapan.
  • Terakhir, PB IPSI dan BAKIN 1975 mendefinisikan Pencak Silat sebagai berikut: Pencak Silat adalah hasil kebudayaan manusia Indonesia untuk pertahanan, pertahanan, eksistensi (kemerdekaan) dan keutuhan (manunggal) terhadap lingkungan/lingkungan alam demi keharmonisan hidup untuk keimanan dan ketakwaan. untuk memperkuat rasa takut akan Tuhan Yang Maha Esa.

 

Ciri – Ciri Pencak Silat

Setiap seni bela diri di dunia ini pasti memiliki sesuatu yang membedakannya dengan seni bela diri lainnya.

Menurut Sucipto (2007:20 dalam bukunya topik pencak silat) dikatakan bahwa pencak silat Indonesia mengandung ciri umum dan ciri khusus.

Ciri-ciri umum pencak silat Indonesia antara lain:

  • Pencak silat menggunakan seluruh bagian tubuh dan anggota tubuh mulai dari kuku hingga ujung jari kaki atau tangan hingga rambut (terutama pada wanita) untuk mempertahankan diri.
  • Pencak Silat dibuat dengan tangan kosong atau dengan senjata
  • Pencak Silat tidak memerlukan senjata khusus; benda apapun dapat digunakan sebagai senjata (kayu, batu, pasir, payung, saputangan, tas, jepit rambut, sandal, selendang, dll)
  • Pencak Silat lahir dan dibesarkan selaras dengan: lingkungan alamnya, alat khusus, adab dan budi pekerti, perangai/watak dan kepribadian suku, agama atau kepercayaan dan kerohaniannya.

 

Ciri Khas Pencak Silat Indonesia

  • Sikap tenang, santai dan waspada
  • Menggunakan kelincahan, kelenturan, kecepatan, waktu dan bidikan yang tepat dengan gerakan refleks untuk mengatasi lawan daripada mengandalkan kekuatan
  • Menurut prinsip (berat), permainan posisi bermain dengan perubahan dalam transfer titik berat.
  • Gunakan setiap serangan dan kekuatan lawanmu.

Sumber Rangkuman Terlengkap : KelasPJOK.Com