Tips Cerdas Memilih Pengasuh Anak

Bagi Mama yang bekerja pastinya bakal langsung mengakhiri era cuti selama 3 bulan pasca kelahiran buah hati. Mau tidak senang sang anak yang masih bayi kudu dititipkan terhadap orang lain.

Apabila nenek dan kakek telah pensiun pastinya mampu dimintai tolong mengawasi si Kecil bersama pengasuh baru-nya.

Akan tetapi apabila tidak tersedia sanak saudara yang mengawasi, Mama kudu hati-hati dalam pilih pengasuh anak.

Tentunya Mama menghendaki tenang bekerja di kantor tanpa kudu kuatir bakal situasi si Kecil di rumah bersama pengasuhnya trust nannies bali bukan?

Berikut Rangkum 7 tips pilih pengasuh anak:

 

1. Minta petunjuk orang terpercaya

Mama lebih bijak pilih pengasuh anak hasil petunjuk orang yang mampu Mama yakin apabila sanak saudara atau kerabat terdekat.

Apabila mereka tidak mampu mencarikan pengasuh, Mama hendaknya pergi ke yayasan penyalur pengasuh anak yang telah populer punya reputasi positif dan terjamin kredibilitasnya.

Yayasan formal yang profesional umumnya menambahkan garansi pindah pengasuh apabila Mama tidak sesuai bersama kinerjanya ataupun berjalan suatu hal yang diluar tekad apabila lalai dalam melindungi anak.

Harga yang di tawarkan sesungguhnya terbilang cukup mahal dibandingkan apabila Mama melacak pengasuh anak sendiri.

2. Lakukan wawancara secara detail

Saat hendak merekrut pengasuh anak, lakukanlah wawancara untuk mengerti langkah menjawabnya.

Mama termasuk mampu minta didampingi oleh kawan yang berprofesi sebagai psikolog untuk turut menilai calon pengasuh tersebut.

Tanyakan pengalaman kerjanya, bagaimana langkah ia mengatur kala antara mengurus anak dan bersihkan rumah, apa saja yang bakal ia melaksanakan apabila anak rewel dan menangis, apakah ia menyukai anak-anak dan familiar bersama perabot bayi.

Dari wawancara selanjutnya Mama mampu menilai karakter, sopan santun, termasuk pengalamannya serta apa saja yang kudu Mama ajarkan apabila ia di terima bekerja nantinya.

3. Perhatikan penampilannya

Penampilan disini bukan kudu yang cantik, bakal tetapi memandang kebersihannya. Apakah ia termasuk orang yang nampak melindungi diri dan cinta kebersihan?

Mama sebaiknya mempekerjakan orang yang cinta kebersihan gara-gara anak dan rumah Mama pun kudu dijaga kebersihannya.

Ajarkan padanya untuk tetap mencuci tangan bersama sabun sebelum saat memegang bayi Mama.

4. Cari mengerti pengalamannya bekerja

Saat sesi wawancara, gali lebih jauh pengalamannya bekerja sebelumnya.

Tanyakan apakah ia dulu mengasuh anak dan bayi, di mana saja ia dulu bekerja dan apa alasan berhenti bekerja.

5. Perhatikan caranya mengasuh anak

Mama mampu menambahkan ujian role play terhadap calon pengasuh.

Beberapa pertanyaan yang mampu Mama ajukan perihal keahliannya mengurus anak antara lain bagaimana langkah memandikan bayi, apa yang dilakukan apabila bayi menangis, langkah menyendawakan bayi, langkah melindungi bayi yang demam, bagaimana langkah mencuci botol susu bersama baik dan benar dan lain sebagainya.

Mama termasuk mampu menyuruhnya berinteraksi langsung bersama si Kecil dan memandang bagaimana langkah ia bicara dan mengambil hati si Kecil.

6. Sopan santun dan keterbukaan

Lihat caranya bicara terhadap Mama dan anak. Apakah ia terlihat penurut atau tambah membangkang.

Bila Mama pilih pengasuh profesional pastikan ia bukan model orang yang sok pandai dan ada masalah diatur.

Meski telah berpengalaman jelaskan padanya bahwa tiap keluarga punya pola pengasuhan yang tidak sama dan minta ia mengatur diri bersama standar Mama.

Jelaskan pula untuk tetap terbuka apapun yang berjalan di rumah apabila apabila anak terjatuh atau tidak senang makan, minta ia melaporkannya kepada Mama dan tidak menutupinya.

7. Lakukan tes kesehatan

Karena bayi dan anak-anak tergolong rentan terkena penyakit, pastikan pengasuh anak yang bakal Mama rekrut sehat.

Mama mampu sedia kan fasilitas tes kesehatan untuk ia ikuti sebelum saat merasa bekerja. Tes yang mampu diberikan antara lain tes darah dan tes urin. Jangan hingga ia mengidap penyakit menular dan bronchitis.

Pengasuh anak yang ideal dan sempurna pastinya sukar ditemukan. Bagaimanapun Mama kudu menggunakan intuisi Mama dalam menilai calon pengasuh tersebut.

Sebaiknya Mama langsung melacak pengasuh sesaat sebelum saat melahirkan atau tidak lama sehabis melahirkan.

Hal ini ditujukan sehingga Mama mampu memandang langkah pengasuh anak selanjutnya bekerja sebelum saat era cuti Mama selesai, bersama begitu Mama bakal lebih tenang meninggalkan anak.

Semoga tips diatas membantu para Mama bekerja dalam menyeleksi pengasuh terbaik untuk si Kecil.